Selasa, 28 Februari 2017

JURNAL PENILITIAN MENINGKATKAN KETERAMAPILAN MENYIMAK SISWA SMA KELAS XII DENGAN MEDIA LAGU BERBAHASA JERMAN

MENINGKATKAN KETERAMAPILAN MENYIMAK SISWA SMA KELAS XII DENGAN MEDIA LAGU BERBAHASA JERMAN
Oleh :
SAMSUL KAMARUDIN 14020094010
 PRODI S1 PENDIDIKAN BAHASA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Email : samsulcykamaru1@gmail.com

       I.            Abstracts
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mendengarkan lagu berbahasa jerman dapat meningkatkan keteramapilan menyimak bagi siswa SMA Kelas XII , metode ini di laksanakan pada siswa SMA kelas XII dengan menggunakan instrumen tes berupa soal essay yang harus di isi oleh siswa setelah mereka menyimak lagu berbahasa jerman. Dari pengkajian teori-teori untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa dan setelah melaksanakan prosedur penelitian akhirnya ditemukan hasil penelitian dan data sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang sudah di peroleh. Dari hasil penelitian sejumlah 70% siswa dari 100% mendapatkan nilai di atas rata-rata dan 30% siswa masih di bawah rata-rata. Jadi dapat di simpulkan bahwa pembelajaran menyimak lagu berbahasa jerman untuk SMA kelas XII ini di angap berhasil.
Kata kunci : Mendengarkan lagu berbahasa jerman, keterampilian menyimak siswa SMA kelas XII

    II.            Pendahuluan

A.    Latar Belakang Masalah
            Alat komunikasi yang utama bagi manusia adalah bahasa. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan ide, pikiran, dan pesan kepada orang lain  sehingga terjadi komunikasi. Agar komunikasi berjalan dengan baik, diperlukan penguasaan keterampilan berbahasa 
menurut Tarigan (1994:2) keterampilan berbahasa (languae arts, languae skills), mencakup empat segi, yaitu menyimak (listening skill), berbicara (speaking skill), membaca (reading skill), dan menulis (writing skill). Menyimak merupakan keterampilan berbahasa awal yang dikuasai oleh manusia. Keterampilan menyimak menjadi dasar bagi keterampilan berbahasa lain. Pada awal kehidupan manusia lebih dulu belajar menyimak, setelah itu belajar berbicara, kemudian membaca, dan menulis.
Menyimak selalu digunakan dalam kehidupan manusia, karena manusia selalu dituntut menyomak, baik dalm lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dalam pengaruh di masyarakat, kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan dari pada kegiatan berbahasa lain. Hal ini dibuktikan oleh Rivers (dalam Sutarri dkk, 1997:8). Kebanyakan orang dewasa mkenggunakan 45% waktunya menyimak, 30% untuk berbicara, 16% untuk membaca, dan 9% untuk menulis. Berdasarkan hal di atas terlihat bahwa keterampialn menyimak sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan masyarakat. Peran penting penguasaan keterampilan menyimak sangat tampak di lingkungan sekolah. Siswa mempergunakan sebagaian waktunya untuk menyimak pelajaran yang disampaiakn guru. Keberhasilan siswa dalam memahami serta menguasai pelajaran diawali oleh keterampilan menyimak  yang baik. Berdasarkan hal-hal tersebut, kterampilan menyimak perlu dikuasai secara baik.
Berdasarkan teori, pembelajaran menyimak dilaksanakan secara terpadu dan mendapat perhatian sama dengan keterampilan berbahasa yang lain. Namun, dalam pembelajaran di sekoalah, hal tersebut belum dapat terlaksana dengan baik. Pembelajaran menyimak masih kurang mendapat perhatian dan sering kali diremehklan oleh siswa maupun guru. Mereka berangapan bahwa semua orang yang normal pasti dapat menyimak untuk memperoleh penalaran terhadap wacana lisan tidak terbentuk secara otomatis. Pandangan seperti ini seharusnya di hilangkan, keterampilan menyimak untuk memperoleh penalaran terhadap wacana lisan tidak akan terbentuk secara otomatis atau hanya dengan perintah supaya mendengarkan saja (Subyartato dan Hartono 2003:1).
Alas an-alasan yang menyebabkan pembelajaran menyimak belum terlaksana dengan  baik tersebut bersifat umum, baik untuk pembelajaran menyimak bahasa dan sastra. Kompleksitas hambatan dalam pembelajaran menyimak pada setiap sekolah tiodak selalu sma. Pada sekolah tertentu hambatan tersebut dapat di minimalis tetapi di sekolah lain dapat lebih kompleks. Hambatan pada setiap kelas pun di mungkinkan berbeda.
Hambatan-mhambatan tersebut semakin bertambah dalam pembelajaran sastra karena adanya anggapan bahwa pembelajaran sastra kurang bermanfaat bagi kehidupan siswa. Metode yang digunakan dalam  pembelajaran sastra kurang bervariasi, sehingga menyebabkan kebosanan pada siswa. Selain itu, guru cenderung kurang memotivasi siswa untuk belajar sastra.
Berdasarkan pengamatan, hambatan dalam pembelajaran menyimak yang diberikan pada objek penelitian adalah, (1) pemahaman siswa terhadap keterampilan menyimak masih kurang, (2) siswa merasa kurang termotifasi untuk belajar, (3) media pembelajaran menyimak dongeng kurang mencukupi dan belum dimanfaatkan secara efektif, (4) teknik pembelajaran menyimak yang kurang bervarias, (5) jumlah siswa terlalu besar, dan (6) kondisi ruang belajar yang belum menunjang pembelajaran menyimak. Hal-hal tersebut menyebabkan keterampilan menyimak siswa SMA kelas XII rendah.
Usaha untuk meningkatkan keterampialn menyimak memerlukan metode yang efektif dan efisien. Selain itu, perlu pula media pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan dalam proses belajar mengajar. Media memiliki peranan yang sangat penting untuk menunjang keterampialn tujuan pembelajaran. Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menyimak lagu diharapkan membangkitkan rasa ingin tahu dan minat siswa, serta memotivasi siswa untuk belajar. Media audio visual ini juga diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi dan informasi yang di sampaikan. Dengan demikian, pemakaiana media audio visual di harapkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak lagu pada siswa kelas SMA kelas XII.

B.     Perumusan dan pemecahan masalahan
·         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas , hambatan-hambatan yang teridentifikasi dalam pembelajaran menyimak adalah (1) pemahaman siswa terhadap keterampilan menyimak masih kurang, (2) siswa merasa kurang termotifasi untuk belajar, (3) media pembelajaran menyimak kurang mencukupi dan belum dimanfaatkan secara efektif, (4) teknik pembelajaran menyimak yang kurang bervarias, (5) jumlah siswa terlalu besar, dan (6) kondisi ruang belajar yang belum menunjang pembelajaran menyimak.



·         Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang muncul sangatlah kompleks, sehingga perlu dibatasi. Pembatasan maslah ini bertujuan agar pembatasan tidak terlau meluas.
Pembatasan masalah yang akan menjadi bahan penelitian adalah keterampilan menyimak yang masih rendah. Hal ini disebabkan media pembelajaran yang kurang mencukupi dan belum digunakan  secara efektif. Untuk memecahkan masalah itu, guru seharusnya mencari dan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat. Mendengarkan musik diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa SMA kelas XII.

·         Rumusan Masalah 
1.      Apakah media lagu berbahasa jerman dapat meningkatkan kemampuan menyimak untuk siswa SMA kelas XII
2.      Bagaimana media lagu berbahasa Jerman dapat meningkatkan kemampuan menyimak untuk siswa SMA kelas XII
3.      Apakah ada pengaruh bagi siswa SMA kelas XII ketika mempelajari bahasa jerman dengan mendengarkankan lagu
·         tujuan penulisan
1.      untuk meningkatkan kemampuan siswa SMA kelas XII menyimak bahasa Jerman
2.      untuk mengtahui bagaimana media lagu berbahasa jerman dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa SMA kelas XII
3.      untuk mengtahui apakah ada pengaruh keterampilan menyimak pada siswa SMA kelas XII setelah dilakukan pembelajaran dengan media lagu berbahasa jerman

C.      Manfaat penelitian
penelitian ini memberikan manfaat secara teoritis dan praktis 
Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk mengembangkan teori pembelajaran, sehingga dapat memperbaiki mutu pendidikan dan meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Dengan menggunakan media lagu berbahasa jerman, hasil belajar siswa, khususnya keterampilan menyimak dapat ditingkatkan

·         Manfaat Bagi Guru
1.      memperkaya khasanah dan teknik dalam pembelajaran menyimak .
2.      dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik dan tidak membosankan
·         manfaat Bagi Siswa
1.      dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan pembelajaran menyimak,
2.      memotivasi siswa untuk belajar
3.      melatih dan membiasakan siswa untuk melakukan kegiatan secfara intensif dan efektif.

 III.            Metode penelitian
METODE PENELITIAN
Penelitian ini direncanakan pada siswa SMA kelas XII dengan menggunakan media lagu berbahasa jerman dengan Instrumen penelitian berupa tes issai berupa soal esai yang harus diisi oleh siswa setelah mereka menyimak lagu berbahasa jerman. Siswa menyimak sebuah lagu berbahasa jerman, selanjutnya mendiskusikan arti dari lagu tersebut, serta pesan dalam lagu yang disimak untuk selanjutnya menjawab pertanyaan. Untuk setiap lagu yang di simak, siswa diberi soal, soal untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap isi lagu berbahasa jerman. Sedangkan soal untuk ketercapaian indikator menyimak lagu.

 IV.            Pembahasaan
Setelah melaksanakan prosedur penelitian seperti uji normalitas,homogenitas, dan pengujian hipotesis akhirnya ditemukan hasil penelitian dan data sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang sudah di peroleh. Dari hasil penelitian sejumlah 70% siswa  dengan mendapatkan nilai rata-rata 78,8 dan yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata 30% . Jadi dapat di simpulkan bahwa pembelajaran menyimak lagu berbahasa jerman untuk SMA kelas XII ini di angap berhasil. Hal ini menunjukkan pengaruh yang positif. Siswa mampu mendapatkan pemahaman dari metode tersebut. Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menyimak siswa menggunakan teknik mendengarkan lagu berbahasa jerman lebih tinggi atau lebih baik dari pada kemampuan sebelumnya. Nilai rata-rata 78,6. Hal tersebut membuktikan bahwa mendengarkan lagu berbahasa asing mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa Selain itu, terbukti pula bahwa teknik pembelajaran menyimak lagu berbahasa jerman  berpengaruh terhadap pembelajaran pemahaman menyimak siswa kelas SMA kelas XII.


    V.            Penutup
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas , maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak dapat di tingkatkan dengan mendengarkan lagu berbahasa jerman. Dengan nilai rata 78,8 dapat di katagorikan cukup dan metode ini berhasil untuk digunakan di SMA kelas XII.

 VI.            DAFTAR PUSTAKA
http://usdianablog.blogspot.co.id/2009/06/penelitian-keterampilan.html
http://www.infospesial.net/64413/4-manfaat-suka-dengarkan-lagu-barat/ /infospesialcom @infospesial